Perjuangan Seorang Sahabat

Awal persahabatan

“Kamu lagi belajar berenang, Marie?” tanyanya.
“Iya, dari kecil ga pernah belajar renang”, kataku kepadanya. Ada teman baru di kantorku. Sebut saja dia Mawar 🙂

Kami jadi dekat karena sering makan siang bersama.

“Kalo aku dulu les berenang waktu kecil, Marie. Mamaku dulu les-in renang, gitar, piano”
Saat Mawar bilang kalau waktu kecil dia les piano, saya menebak “Wah berarti kamu anak orang kaya dong ya”. Entah mengapa, saya punya persepsi bahwa anak yang les piano itu tentunya anak orang kaya. Saya beranggapan kalau les piano ya selayaknya harus punya piano di rumah untuk berlatih, dan piano tentunya tidak murah. Saya bertanya lebih jauh lagi tentang masa kecilnya. 

Mawar tersenyum dan mulai bercerita. 

Papanya dulu adalah pejabat pelabuhan di Tanjung Priok.
Di masa kecilnya dia hidup di rumah yang besar.
Mobil mewah papanya banyak.
Mamanya punya banyak perhiasan.
Peralatan makannya saja koleksi dari kristal.
Dia empat bersaudara, dan masing masing ada satu pengasuh yang menangani.
Ditambah lagi ada pula pembantu, tukang kebun, dan supir. 

Anak korban cerai

Wah, mengapa sekarang hidupnya jadi biasa saja?

Mawar bercerita tentang bagaimana akhirnya orangtuanya cerai.
Papanya tukang selingkuh.
Sudah banyak harta dan punya tahta, mau juga banyak wanita.
Papanya abusive ke mamanya.
Perlakuannya kasar secara fisik dan mental.

Berpisahlah kedua orang tua Mawar.

Mawar berempat bersaudara akhirnya tinggal dengan mama.
Hidup mereka berubah.
Mamanya yang dulu ibu ibu pejabat yang bergelimang uang,
Sekarang harus membanting tulang.
Kasih makan empat anak dirasa berat.
Tidak ada lagi pengasuh pengasuh yang bisa dia bayar.
Tidak ada lagi supir yang mengantarnya kemana mana. 

Sakitnya Mama

Walaupun diiringi kesulitan ekonomi, Mawar akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan universitas, dan akhirnya bekerja.
Namun kemalangan kembali menghinggapinya.
Mamanya divonis kanker serviks.
Mawar yang sedang kuliah sambil lanjut S2, juga harus merawat mamanya.
Praktis tidak punya waktu untuk hal lain.
Tabungan terkuras untuk pengobatan mama.

Keadaan yang merana ini membuat Mawar memendam dendam terhadap papanya. Menurutnya, penyakit yang diderita mamanya adalah ulah dari papanya yang sering main gila dengan banyak perempuan.

Tiap hari Mawar melihat kondisi mamanya makin menurun.
Badan mama kurus tinggal tulang berbalut kulit.
Hari ini ke rumah sakit untuk di kemoterapi.
Besok besoknya untuk di radiasi.
Besok besoknya lagi untuk dioperasi.
Lelah sekali menghadapi semua ini.
Kapan selesainya semua rangkaian pengobatan ini?
Pernah juga sampai akhirnya usus mama kena radiasi,
Dan harus dipotong.
Juga harus pasang kantong kolostomi.
Mamanya pun merasakan sakit nyeri yang konstan.
Semua cara sudah dipakai dari obat anti nyeri, codeine, suntik morfin, durogesic patch.
Tidak tega rasanya melihat mama setiap hari seperti ini.

Lebih tidak tega lagi saat merenung dan memikirkan bahwa mamanya tidak akan pernah merasakan badannya sehat dan bugar lagi.
Kasihan mama… 

Setelah lima tahun berjuang, mamanya akhirnya menutup usia.
Cancer sucks, big time.

Terpukul, lelah, namun agak sedikit lega.
Itu perasaan Mawar.

Kejatuhan Papa

Di sisi lain, papanya menikah kembali.
Dengan seorang janda kembang asal Puncak.
Sejak menikah untuk kedua kalinya, kehidupan ekonomi papanya menjadi tidak sebagus dulu. Hartanya habis karena gaya hidup yang foya foya.
Dia juga menderita diabetes.
Penyakit ini menggerogotinya.
Sampai akhirnya meninggal karena komplikasi.
Papa punya dua anak lagi dari perkawinan keduanya ini.
Tapi adik adik tiri ini tidak mau Mawar akui.
Dia masih sakit hari terhadap papanya.
Janda kembang papa juga sering minta sokongan finansial dari Mawar.
Untuk menghidupi adik adik tirinya.
Permintaan ini kadang Mawar turuti,
Namun sering juga dia tolak karena Mawar merasa tidak wajib untuk ikut andil terhadap kesejahteraan mereka.

Disisi lain juga karena Mawar harus mulai menata ekonominya lagi.
Bagaimana bisa merenda masa depan kalau terus terusan dirongrong seperti ini?

Sahabat segala situasi

Pengalaman Mawar dalam merawat mamanya yang sakit membuat saya lebih relate ke dia saat ayah saya didiagnosa kanker paru paru.
Saat saya mengabari Mawar soal ayah, dia memberi banyak saran tentang langkah langkah apa yang sebaiknya saya ambil.
Dia juga memberi kisi kisi tentang hal hal apa yang akan saya hadapi supaya saya lebih siap mental.
Tapi itu nanti lain cerita. That’s another story.

Mawar sering berkelakar tentang kondisinya yang sekarang dia sebut “menjadi yatim piatu”. Walaupun saya selalu timpali dengan kata kata “kamu udah dewasa, ngga bisa disebut yatim piatu lagi”. Candaan kelam ini sering dia lontarkan saat dia mengeluhkan betapa kesepiannya dia karena kakak adiknya semua sudah menikah dan berkeluarga. Sedangkan dia tinggal sendirian di rumah peninggalan mamanya. 

Diabetes Melitus (DM) dan cuci darah (hemodialysis)

Beberapa tahun kemudian ternyata Mawar didiagnosa diabetes melitus. 
Kemalangan apa lagi ini?
Penyakit hadiah dari bapaknya, dia ungkap secara sinis.

Ya, peran genetik disini memang tidak main main. 
Tidak cuma hal hal baik yang kita warisi dari ayah ibu kita, hal hal yang kurang baik pun juga menyertai.

Penyakit DM ini akhirnya menyerang ginjalnya. 
Sudah turunlah fungsi ginjalnya.
Mawar akhirnya harus cuci darah dua kali seminggu.

Badannya sekarang dipenuhi bekas sayatan operasi Cimino, prosedur yang harus dia jalani untuk treatment cuci darah (hemodialysis atau sering disingkat HD).

Mawar dalam pemikirannya sering protes ke Tuhan. 
Tidak sayangkah Tuhan padaku?
Hidupku sudah penuh cobaan, sekarang Engkau tambahkan lagi dengan cobaan kesehatan?
Tidak bisakah ginjalku ini Engkau tukar dengan ginjal baru yang berfungsi baik.
Ingin rasanya dilahirkan kembali sebagai bayi baru. 
Begitulah kata kata yang sering ia lontarkan. 

Seiring dengan kondisi kesehatan fisiknya yang naik turun, kondisi mentalnya juga ikutan naik turun. 
Depresi
Cemas
Kesepian
Malas rasanya melanjutkan hidup.

Kehidupannya juga jadi sering berkutat di seputar rumah sakit. 
Ada kalanya dia jatuh dari sepeda motor saat dibonceng oleh abang Grab, menyebabkan tangannya patah. 
Sudah satu tangan penuh dengan bekas prosedur operasi Cimino, tangan satunya lagi harus dioperasi patah tulang.
Beberapa kali dia juga harus di-opname di ICU karena asam lambungnya kambuh, dan menyebabkan dia jadi sesak napas. 

Di kala lain, ya tentunya dia harus visit rumah sakit untuk cuci darah dua kali seminggu, bahkan terkadang harus tiga kali seminggu jika dokter menjadwalkan ekstra.

Setiap Mawar mengabari bahwa dirinya sedang opname di rumah sakit, saya selalu menimpalinya dengan “Kenapa lagi kali ini?” 
Sering juga kita tertawa miris dengan “langganan”nya dia yang satu ini.

Ingin rasanya ajak Mawar plesiran keluar kota.
Untuk sekedar jalan jalan menghilangkan suntuknya pikiran.
Namun jadwal cuci darahnya yang dua kali seminggu itu ternyata cukup menjadi faktor yang memberatkan.

Kondisinya harus prima jika ingin keluar kota. 
Hal yang ditakutkan tentunya bagaimana jika tiba tiba kondisinya menurun saat bepergian.
Jangankan dalam bepergian, di rumah saja sering tiba-tiba gula darahnya menurun dan bikin dia hampir pingsan. 

Saya lihat sendiri di meja tidurnya betapa banyaknya obat yang harus dia konsumsi.
Alcohol swab, dan pena suntik insulin juga harus selalu siap sedia.
Serta cemilan cemilan manis jika tiba tiba gula darahnya turun.

Kita sering berdiskusi tentang bagaimana orang dengan kondisinya tidak seharusnya tinggal sendirian. 
Selayaknya, harus ada orang yang bisa ikut mengawasi keadaannya. 

Namun apa daya, sudah banyak pembantu yang dia pekerjakan akhirnya mengundurkan diri karena tidak betah tinggal sendirian di rumah saat Mawar pergi bekerja. 
“Takut” kata mereka. 
Rumah yang Mawar tinggali adalah peninggalan mamanya
Rumah hasil pembagian harta gono gini ini cukup luas.
Sekarang setelah mamanya meninggal dan ketiga saudara Mawar sudah berkeluarga, rumah itu dirasa terlalu besar untuk dia tinggali sendirian.

Dibalik kondisi kesehatannya yang naik turun seperti roller coaster
Mawar adalah teman yang menyenangkan. 
Kepribadiannya supel dan penuh dengan candaan. 
Dia adalah salah satu teman yang bikin saya terbahak bahak dengan lontaran kata katanya yang penuh dark humor dan sarkasme. 

Dia mudah bergaul dengan siapa saja. 
Perawat perawat di ruang cuci darah sudah akrab dengannya. 
Di kantor, klien yang galak dan disegani pun bisa dia ajak bercanda. 

Kita tidak akan pernah menyangka bahwa dibelakang itu dia berjuang dalam hal kesehatannya. Teman teman kantor saja tidak ada yang tau kalau dia harus cuci darah setiap waktu. 

Pandemi

Saat pandemi terjadi, tentunya Mawar menjadi salah satu yang punya high risk karena kondisi diabetes dan ginjalnya.
Dia memberi kabar tentang saudaranya yang dokter anak yang harus dirawat di ICU karena Covid, dan ginjalnya terserang dan harus cuci darah juga.
Mawar semakin cemas. 
Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa dirinya harus kehilangan pekerjaan.
Tekanan hidupnya semakin berat. 
Terhimpit keadaan ekonomi (lagi).
Terjerat masalah kesehatan (selalu).
“Kapan aku bisa bahagia ya Marie?”
Saya tidak bisa menjawabnya.
Kalau sampai rumah sakitnya penuh dan tidak bisa terima dia cuci darah bagaimana?
Kalau sampai harus keluar uang lebih banyak untuk cuci darah di tempat lain bagaimana?
Kalau uang nya habis sebelum dia dapat pekerjaan lagi bagaimana?
Nyawanya sedikit banyak terkait dengan uang.

Bertekad untuk ekstra hati hati dan tetap sehat, dia sering berdiam di rumah. 
Walau sering kesepian, dia tetap harus menjalani hari harinya.
Sering saya kagum dengan semangatnya yg kadang muncul.
Berkaca darinya membuat saya lebih bersyukur dengan kesehatan saya.

“Tidak ada pesta yang tak usai” kata ayah saya suatu hari.
“Badai pasti berlalu” kata kata ini juga sering saya dengar.
Saat ini yang bisa dilakukan hanyalah bertahan.
Dan mencoba lalui hari satu demi satu.

Note: Mawar termasuk salah satu pembaca dan setuju kisahnya diangkat dengan nama samaran 🙂

Silsilah Keluarga

Kalau kita ditanya siapa nama ayah dan ibu kita, tentunya kebanyakan dari kita bisa menjawabnya. Tetapi kalau ditanya lebih jauh lagi, siapa nama kakek nenek kita, dari kedua belah pihak orangtua kita, beberapa dari kita mungkin tidak bisa menjawabnya. Padahal, runutan ini belum terlalu jauh.

Ayah saya keturunan Tionghoa, Ibu saya asli Bali. Untuk dari pihak ibu, saya memanggil kakek nenek dengan sebutan Tuayah (kakek) dan Tunini (nenek). Untuk dari pihak ayah, saya tidak pernah mempunyai panggilan untuk mereka, karena mereka sudah tiada sebelum saya bisa mengenal mereka, namun kemungkinan besar memanggilnya dengan sebutan Engkong dan Emak.

Beginilah family tree saya, walaupun bagan ini kurang penting untuk orang lain, namun ini cukup bermakna buat saya. Sedih juga karena tidak bisa mengisi dengan lebih lengkap ke atas atasnya.

Nama ayah yang saya pasang di family tree adalah nama lahirnya, Lauw Giok Siang. Walaupun akhirnya dia mengganti namanya dengan nama Indonesia.

Tentunya silsilah keluarga saya tidak bisa ditelusuri jauh karena keterbatasan informasi. Tidak seperti misalnya silsilah keluarga kerajaan Inggris yang mungkin bisa mereka runut sampai satu millenia ke belakang.

Di satu sisi, tentunya saya termasuk orang yang beruntung karena bisa tumbuh dan dirawat oleh keluarga kandung. Mengapa saya menyatakan hal itu?
Pemikiran ini timbul karena beberapa hari setelah mendapat hasil DNA ancestry lewat 23andMe (yang belum tau soal 23andMe bisa cek di blog ku yang ini), saya mendapat pesan dari seorang anak muda, perempuan, yang secara DNA punya koneksi dengan saya. Dia adalah seorang anak yang lahir sekitar tahun 2004 yang berasal dari Inner Mongolia yang diadopsi oleh sebuah keluarga di Amerika.

Sepupu Jauuuuhhh

Nama dia Salome. Dia sedang mencari keluarga kandungnya.
Di web 23andMe, kita bisa mengirim pesan ke orang yang tidak kita kenal yang punya relasi genetik dengan kita. Dia juga mengambil test DNA di 23andMe, dan menemukan bahwa saya punya kesamaan genetik dengannya. Hasil DNA menunjukkan bahwa kami adalah fifth cousin. Istilah simple bahasa Indonesianya, saya adalah sepupu dari sepupu dari sepupu dari sepupunya dia. Eh itu kurang simple ya?
Intinya kami punya nenek moyang yang sama.
Fifth Cousin ini relasinya terlalu jauh. Di perjalanan family tree kami keatas, 5 tingkat diatas ayah ibu nenek kakek kami, adalah orang yang sama.
Hal ini tentunya sudah mustahil untuk dirunut. Saya tidak bisa membantu Salome untuk mencari keluarga kandungnya. Lain halnya kalau misalnya kami adalah first cousin (sepupu-an), atau second cousin (sepupunya sepupu), mungkin masih bisa ditelusuri.


Tentunya Salome merasa ada bagian yang hilang dari hidupnya. Dia tidak punya informasi apapun soal kerabat kandungnya. Dia ingin mengetahui dari mana eksistensi dia berasal.
Hal inilah yang membuat saya bersyukur saya masih tau ayah ibu kandung saya, genetik apa yang saya warisi dari mereka. Saya bisa melihat ibu kandung, berkaca padanya, dan bilang dalam hati “Oh, mungkin suatu hari rambut saya akan memutih dengan cara yang sama seperti memutihnya rambut ibu”. Dan adik laki laki saya mungkin bisa berkaca ke ayah kami, dan paman-paman kami, dan tidak perlu khawatir misalnya soal kebotakan, karena kami tidak melihat hal itu di genetik keluarga ayah. Atau mungkin kalau berpikir dark nya berkaca dengan sedikit worry apakah suatu hari saya akan meninggal karena kanker seperti ayah. Atau hal hal ringan seperti misalnya jika wajah saya dimasukkan ke aplikasi Faceapp dan diubah menjadi laki laki, yang muncul adalah wajah yang 95 persen mirip adik laki laki saya. Saya tidak pernah menyadari betapa kami memiliki kemiripan.
Ya, misalnya berkaca dalam hal hal kecil seperti itu.
Ibu saya pun sering menceritakan betapa sifat humor adik laki laki saya sama seperti sifat humor yang dimiliki oleh saudara lelakinya (paman saya) yang suka guyon, dan sering membuat orang tertawa.

Dengan membuat family tree diatas, ada satu aspek yang juga membuat saya berpikir lebih jauh. Misalnya tentang budaya penghormatan leluhur dalam tradisi masyarakat Tionghoa. Saya rasa menghormati leluhur dan mengingat mereka adalah hal yang cukup bermakna. Bukan karena saya merasa leluhur saya punya kekuatan spiritual yang kuat, namun karena ada genetik genetik mereka dalam diri saya. Ada sepercik darah mereka mengalir dalam nadi saya. Ada sepotong ciri khas nenek yang saya warisi. Ada ayah saya dalam diri saya.

Ya, hidup adalah pada intinya memberikan legacy dan kontribusi yang bermakna. Jika bukan untuk masyarakat luas, setidaknya untuk keluarga kita sendiri. Jangan pernah menodai nama baik keluarga.

Dalam agama pun, kita diajarkan untuk selalu mendoakan ayah ibu kita, dan juga mendoakan kakek nenek atau kerabat yang sudah meninggalkan kita. Jika ada yang pernah menonton film Pixar yang berjudul Coco, pasti mengerti betapa sedihnya jika anak cucu kita suatu saat melupakan kita.

Jika belum bisa memberikan kontribusi banyak terhadap masyarakat, setidaknya bisa mempertahankan dan mengusung nama baik keluarga. Saya juga pernah membaca misalnya betapa kerabat kerabat Hitler, keponakan-keponakannya bersumpah untuk tidak mempunyai keturunan, demi mematikan garis keluarga nama Hitler. Serta salah satu anak laki laki penipu skema Ponzi, Bernard Madoff, mengakhiri nyawanya karena tidak kuat menanggung malu yang disebabkan oleh ayahnya. Bahkan menantu Bernard Madoff sampai akhirnya mengganti nama keluarga anak anaknya sendiri yang notabene adalah cucu cucu Bernard Madoff, dari nama keluarga Madoff menjadi Morgan.

Semoga kita semua bisa memberikan legacy dan kontribusi yang positif ke keluarga dan ke anak cucu kita nanti. Salah satu cara termudah diantaranya adalah menjadi menjadi orang baik, tidak menipu orang, tidak korup, dan tidak merugikan orang lain. 🙂


Cari tahu asal usul nenek moyang dari test DNA

Pada Natal 2018 lalu, aku berkunjung ke Kanada. Temanku yang tinggal disana ternyata sudah mempersiapkan kado Natal untukku. Kado Natal ini ternyata cukup spesial karena ini sesuatu yang belum bisa ditemukan di Indonesia. Kado Natalnya berupa test kit DNA dari 23andMe.

test kit DNA

Apa itu 23andMe?

23andMe adalah perusahaan Amerika yang menyediakan test DNA kepada customer nya, sehingga customernya bisa tahu asal usul mereka dari mana, nenek moyang nya bangsa apa, keturunan darimana, dan juga selain itu mereka juga bisa menyediakan info tentang kesehatan customernya berdasarkan test DNA nya.

Jadi test kit nya ada 2 macam:

  1. Ancestry + Traits,
  2. Ancestry + Health

Ancestry artinya keturunan, Traits artinya ciri ciri khas kita secara genetik.

Paket yang Ancestry and Traits lebih murah daripada Ancestry and Health. Karena yang pakai Health informasinya lebih lengkap, berisi tentang misalnya kelainan genetik apa yang mungkin kalian warisi dari papa mama, dan lain lain.

Kebetulan aku diberi kado kit nya yang Ancestry and Health. Awalnya aku agak takut untuk buka informasi soal Health, tapi ternyata tidak begitu menakutkan, dan malah bisa wanti wanti jaga kesehatan dari sekarang kalau misalnya ternyata, oh kamu mewarisi 1 gen yang terasosiasi dengan diabetes, misalnya.

Gimana cara test DNA nya?

Gampang banget, ngga pake jarum, ngga pake darah, di dalam test kit DNA nya disiapkan tabung kecil yang kita harus isi dengan ludah kita. Tabungnya hanya sebesar kira2 satu jari telunjuk. Sebelum masukin ludah ke tabung, kita tidak boleh makan , gosok gigi, dan lain lain selama kurang lebih 1 jam sebelumnya.

Tabungnya lalu dikirim ke laboratorium 23andMe dan mereka akan analisa. Hasilnya akan keluar sekitar 1 bulan sesudahnya via email. Test kit nya sendiri sudah termasuk biaya kirim ke laboratoriumnya.

Kita juga daftarkan alamat email kita ke situs 23andMe, dan disitu kita masukkan kode yang tertera di DNA kit kita. Jadi informasinya tidak tertukar dan nanti sign in ke situsnya dengan email kita lalu kita bisa liat informasi tentang kita.

Aku tau dari dulu ayahku keturunan Tionghoa, ibuku Bali, jadi aku yakin pasti hasilnya ada Chinese-nya, tapi yang ngga disangka, ternyata aku juga keturunan bangsa Asia lainnya.

keturunan campur sari

Ini adalah hasil komposisi aku ini dari keturunan apa:

  • Indonesia, Thai, Khmer & Myanmar (mereka semua ini 1 rumpun nya 1 grup) = 58,1%
  • Filipino & Austronesian = 12.4 %
  • Vietnam = 11.2 %
  • Chinese mainland = 5.4 %
  • Chinese Dai = 2.4 %
  • Broadly Chinese and Southeast Asian = 10.3 %

Ternyata aku ada darah Filipino nya, dan juga Vietnam. Ini bikin kaget juga, karena dulu waktu kuliah di Honolulu, suka jengkel karena sering dibanding bandingkan dengan orang Filipina. “Oh I thought you are Filipino”. Ini kata kata yang sudah sering banget aku denger.

Tapi ya memang orang Indonesia secara fisik mirip banget sama Filipino. Kejengkelanku ngga ada dasarnya. Itu sesuatu yang harusnya aku rangkul dan make peace aja. Intinya aku seneng berteman dengan banyak orang Filipina, mereka ramah ramah dan makanannya enak enak, mirip dengan selera Indonesia.

Untuk keturunan Vietnam, ternyata nenek moyangku secara genetik asalnya dari kota DaNang.

Kalau untuk Chinese Dai, ternyata ini adalah suku Chinese minoritas yang dulu selain di China, juga menetap di Burma, Laos, Vietnam dan Thailand.

Selain soal keturunan nenek moyang, mereka juga sediakan informasi soal Health, Wellness, Traits, dan lain lain.

Di bagian Traits, disitu banyak diberikan penjelasan sifat sifatku secara genetik, yang kalau dipikir pikir banyak benernya, misalnya:

– more likely to experience motion sickness; ini bener banget, aku tuh gampang banget mabuk darat/ mabuk laut.
– prefers salty ; memang bener lebih suka makanan yg asin gurih daripada makanan manis.
– likely dry earwax ; ternyata kotoran telinga juga bisa dicek dari genetik -_-

Tapi ada juga beberapa yang ngga cocok, misalnya diketerangan dijelaskan soal “Fear of Public Speaking”, aku hasilnya less likely to have a fear of public speaking, padahal aku paling ngeri kalau disuruh public speaking.

Ada juga bagian dimana kita bisa tahu apakah kita punya genetik bawaan yang bisa menurunkan kelainan ke anak anak kita nanti misalnya seperti; Cystic Fibrosis, Bloom Syndrome, Sickle Cell Anemia, dll. Alhamdulillah dari 44 varian kelainan genetik tersebut, semuanya tidak ditemukan di DNA ku.

Di bagian highlight soal kesehatan, ternyata aku punya 1 dari 2 gen yang terasosiasi dengan Celiac Disease, jadi mulai sekarang aku belajar untuk ngga makan banyak gluten.

Aku juga punya peluang besar untuk kena diabetes type 2 kalau ngga jaga jaga makan, karena punya gen yang terkait dengan penyakit diabetes.

Situs 23andMe kadang suka update juga , dan kita bisa dapat juga updatenya kalau ada research lain yang mereka kembangkan.

Jadi saranku, kalau misalnya suatu saat temen temen ada yang bisa berkunjung ke negara yang ada 23andMe nya misalnya seperti Amerika Serikat, Kanada, atau berbagai negara di Eropa dan punya temen atau keluarga disana yg alamat rumahnya bisa dijadikan alamat pengiriman test kit DNA nya, bisa dicoba nih. Karena biaya test DNA nya juga ngga gitu murah, aku sediakan link dibawah ini supaya kalian bisa dapet diskon 20%. Lumayan banget kan. Gimana? Mau coba?

Ini link nya:
https://refer.23andme.com/s/stellamgunawan

Selamat mencoba!

Apa itu Diet Keto?

Tubuh kita butuh sumber energi, dan sumber energi itu biasanya dari karbohidrat/gula (sugar), tapi kalau keto diet (ketogenic diet) itu membakar energinya bukan dari gula tapi dari lemak (ketones).

Pembakaran energi dari lemak biasanya lebih stabil daripada dari gula. Karena kalo kebanyakan makan karbohidrat, jadi cepat lapar lagi.

Kalau mau turun berat badan dari diet keto, intinya bikin badan sehat dulu, getting healthy dulu, nanti dengan sendirinya tubuh akan turun berat badannya. Jadi fokusnya disini utk makan secara sehat dulu, baru loosing weight.

Diet keto juga biasanya dibarengi dengan intermitten fasting (semacam puasa), jadi misalnya makan hanya di jam 11 siang dan 3 sore saja, sisanya tidak makan, jadi di diet keto tidak ada ngemil, karena tiap makan/ngemil, tubuh memproduksi hormon insulin, sedangkan kalau kebanyakan insulin, jadi bahaya bagi tubuh. Jadi diet keto juga lebih bagus dibarengi dengan intermitten fasting supaya menurunkan kadar insulin. Jadi dalam 1 hari cuma makan 2 kali atau 1 kali.

Cara menurunkan kadar insulin adalah dengan makan makanan yang rendah karbohidrat/gula. Jadi nggak makan nasi, pasta, mie, sereal, waffle/pancake, biskuit, gandum, ngga minum alkohol dan ngga minum jus juga (karena biasanya jus yang ada di supermarket itu kandungan gulanya tinggi).

Gimana taunya badan kita ini kebanyakan insulin apa enggak? Cara taunya gampang, kalau perut kita buncit, berarti kebanyakan insulin, ciri ciri lain diantaranya:

– tekanan darah tinggi (high blood pressure)
– kolesterol tinggi ( high cholesterol)
– gampang capek (fatigue), terutama setelah makan.
– kurang fokus (lack of focus)
– gangguan ingatan/sering lupa (poor memory)
– moody, gampang kesel, depresi
– pengen makan banyak karbohidrat, ngidam nasi, pasta, roti, dan makanan yang manis manis
– laper melulu, padahal baru aja makan siang misalnya, dan jam makan malem masih lama.

Kalo merasa salah satu diatas, ada bagusnya coba diet keto. Makanan diet keto dalam 1 piring biasanya terdiri dari setengah piring isinya sayur sayuran, lalapan / salad, seperempatnya protein, dan seperempatnya lemak.

Kalau badan kita udah ganti sumber energi jadi bakar lemak, biasanya badan kita ngga gampang lapar lagi, karena energi dari lemak itu lebih stabil, ngga bikin gampang lapar seperti makan karbo.

Cara mulai diet keto

– pagi pagi tidak sarapan, jadi tidak makan selama mungkin sebisa mungkin, jadi melatih tubuh untuk mulai membakar lemak untuk sumber energinya. Kalau sarapan, tubuh belum mulai bakar lemak, tapi malah tetap pakai sumber energi yg diasup misalnya karbo, karena menu sarapan biasanya tinggi karbo seperti nasi goreng, bubur ayam, pancake waffle, sereal, roti dan jus, ini semua makanan yang bukan keto.
Nanti kalau sudah terbiasa makan makanan keto, badan akan terasa jarang lapar.

Beberapa daftar bahan makanan diet keto:

Semua sayuran, mostly sayuran hijau semua boleh; bayam, kangkung, brokoli, kol, kale, horenso, selada air, selada, brokoli, kembang kol, brussels sprout, sawi, pakchoy, asparagus, zucchini, jamur, taoge, seledri, kacang panjang, buncis, dll.

Hampir semua jenis protein boleh, misalnya; ayam, ayam kalkun, bebek, daging sapi, daging kambing/domba, daging babi, bacon, salmon, tuna, ikan teri, udang, kepiting, telur, udang, cumi, kerang, sarden.

Minyak2an juga ngga masalah; minyak zaitun, minyak sawit, minyak kelapa, minyak kacang, MCT oil.

Hampir semua kacang kacangan boleh, misalnya kacang almond, mede, makadamia, kuaci, pistachio, walnut, pecan nuts, kacang brazil , chia seeds, flaxseeds, selasih, wijen, dll.

Dairy yang disarankan; keju, greek yoghurt, butter, heavy cream, cottage cheese.

Buah2an kebanyakan ngga boleh karena banyak mengandung gula dan karbo, tapi yang boleh misalnya; blackberry, raspberi, blueberry, stroberi, lemon, tomat, alpukat, bengkuang.

Minuman; kopi , teh, tanpa gula, air minum biasa.

Selain menyehatkan, diet keto ini bagus juga untuk menurunkan berat badan, karena kalau kita makan banyak lemak dan protein dan serat dari sayuran, kita malah cenderung makan dengan kalori yang lebih sedikit.

Dulu penulis sudah pernah coba diet keto, dan berat badan yg tadinya 52 kg bisa turun jadi 47 kg dalam waktu satu setengah bulan. Celana jeans yang tadinya kesempitan sudah mulai muat lagi, jarang merasa lapar, rambut yang tadinya rontok parah jadi berkurang, dan jadi doyan makan sayur.

So what do you think, guys? Mau coba?

Suffer in Silence

When we open our eyes in the morning,
When we wake up and about to start our day,
We will never know how our day is going to go,
Who we are going to meet,
What things that about to happen,

What we will find,
What we will lose,
Will it be a wonderful day,
Or will it be a rough day.

April 21st , the day begins like any other day.
It was a beautiful morning.
Sun was shining.
Birds were chirping.
The sky was blue.
Pollution was low.
People spending time at home, quarantine with their loved ones.
My partner and I spontaneously decided to go jogging.
We need some physical activities.
That morning, we woke up in the right side of the bed.
That morning, we felt like we had too much energy.

As we had fun running around the block of our apartment, we were throwing jokes at each other.
We laughed together.
We chased each other.
We sweat and felt good, from the endorphins.
Our mind was in a happy state and we felt energized.
After jogging for a little while, we went to buy some vegetables, chicken meat, lots of chilli and red peppers, as we planned to make Indonesian sambal, and fried chicken.

We went back to our apartment.
Haven’t showered, and still in our sweaty shirts.
As we started preparing our food, we thought about how heavy our brunch would be; fried chicken, Indonesian sambals, stir-fry water spinach, and of course rice.
We smiled at the idea, and can’t wait to have our brunch.

Little did we know that we will never enjoy the food that we had been preparing. We were minutes away from the worst news ever.
The news that will shatter our joy.
The grim reality that we will face.
The horror that follows.
We were never prepared of what we were about to hear.

That is right…
This is not a story about a wonderful day.
This is a story about a particularly difficult day.
The day we will never forget.

My partner got a phone call.
And when he heard the news from the person in the other end,
He screamed.
He hanged up the phone.
He started crying … and fell down in our bed.
I saw it like a slow motion.
I asked him what happened.
He couldn’t answer me.
He was sobbing uncontrollably.

A few minutes later, he answered my question by still sobbing; his youngest sister has taken her own life.

I froze with my eyes wide open.
My jaw drops.
Utterly shocked, it took me a while to wrap my head around it.
There are no words to convey my sudden sadness.
This unfortunate news has left me speechless, paralyzed, heartbroken, and suddenly full of regret.

Laying down beside me, my partner was still wailing.
For a minute my mind was blank.
I didn’t know what to do.

I then tried to gather my energy.
I have to stay sharp.
I have to stay focus on what to do next.
I have to comfort him.
I can not let myself drown in emotions now.
I have to be his rock.

I helped him to get ready so we can go to his hometown, 3-4 hours driving from where we live.

Even though it took him forever to get ready, we managed to drive to reach his house, with our two other friends that I called earlier.
The day went on so fast for me.
Until this day, I still don’t know how we managed to collect all of our energy to prepare for her funeral, trying to console his father, and do practically everything that needs to be done.

No one saw it coming.
Eventhough she has always been a quiet person.
She had been laid off from work due to the pandemic.
She had to go back to her hometown to stay with her family so they can support her. 
Maybe she hated being away from her close friends.
Maybe her family home does not feel like a home to her.
Or maybe she misses her brother.
We will never know her reasons.
Maybe she never have one.
She was young.
She was childlike.
She was a softhearted person.

No warning.
No notes left.
No goodbyes.
We will be in a limbo and confusion forever.

I regret a lot of things, and felt guilty for the longest time.
I blame myself for never finding time to get to know her.
I never got the chance to meet her, and talk to her.
I never know her feelings and what she thinks about things.
She never know me.
She will never know how caring I could be.
She will never know how loving I could be.

My partner told me that she was still like a child, although she was 25.
Unable to grow up mentally and emotionally, since no one there to guide her.
She was quiet and reserved.
The most hurtful fact behind the story is, that their mother also took her own life when they were kids.
They grew up without a loving mother.
My partner had two sisters. One passed away when she was only 18 from kidney failure.
And now he lost his youngest sister.
Now he has no siblings left on earth.

Why would she imitate her mother’s behaviour?
Why would she do that, knowing that it will affect alot of people in a bad way?
Why couldn’t she think straight?
And why am I being selfish by asking these questions, judging her for her decision, instead of trying to understand what she had been through?
I should be praying for her.
I should be praying for her family.
I should be praying for the strength I need now.

I never know anyone with a more tragic background than my partner.
Of course this sorrowful event has affected our relationship.
I feel hopeless when he told me that he may never feel happy again.
If happiness comes, there will be a hint of sadness too that comes along with it. The sadness comes from the fact that he will no longer be able to share his happiness with his siblings anymore.

He said he can’t describe the storm of feelings that just crush him.
Sadness…
Anger…
Regret…
And guilt.

Well, I felt the same way too.

Only time can heal.
Only time can tell.
Right now what we need to do is just to put our head up, and look up to our future. Even if your old wounds have been opened again.
Even if you feel like moving on is impossible and really hard to do.
Even if your world stops when everybody’s world still spinning like there is nothing happen.
We have to move on.
And we will survive this traumatic episode of our life.

5 Beautiful Weekend Getaway Spots from Hectic Jakarta

If you live in Jakarta, you may find yourself missing nature after some time. The city offers extravagance malls, skyscrapers, busy roads and constructions. City-dwellers may sometimes feel the need to get away from it. The city is lacking in public spaces, nature, and a breeze of fresh air. If you need ideas for a short weekend getaway that could offer you an ocean salty air, a nice view of hills and mountains, this mini-list might be a good idea.

  1. Tunda Island
Tunda Island underwater

Located in neighbouring Banten province, the island offers beautiful underwater corals and calm waters, perfect for freedive and snorkeling activities. It is not too difficult to reach the island, you can start from Karangantu harbour in Serang city. In order to get to Serang City, you can take a morning bus from Kampung Rambutan bus terminals. You can also join an open trip group tours that’s offered by local travel agencies. That way, you can share the cost for the fisherman’s ship that transport you to the island.

On the island, you can stay in a homestay that is managed by locals. That would be a great way to support local economy. There are no cars there, and the electricity only runs from 6pm to 9pm, which is perfect for weekend solitude, but we suggest you to put some power banks or mobile batteries in your backpack.

The people of Tunda Island still use traditional methods to get fish so they can protect the underwater marine life. That makes the island is also suitable for a fishing trip.

2. Purwakarta City

View from top of Mount Lembu
Cipurut Waterfalls

The city has 3 small mountains with stunning views to climb, perfect for people who love hiking but not wanting to set up a tent for camping. You can choose the popular rock climbing through via ferrata in Mount Parang, or day trip hike to Mount Lembu or Mount Bongkok, which all are suitable for beginner hikers and adventurous souls. Don’t forget to bring lots of snacks and water before the hike.

If you have decided to channel your brave and determined-self, from the top of these mountains you can see the big Jatiluhur dam. You can reach Purwakarta by train from Gambir station or Pasar Senen station, the name of the train is Parahyangan and Serayu. You can also reach it by car, as the city is located between Jakarta and Bandung.

3. Ujung Kulon National Park

small hut in Peucang Island
wild boar at the beach, thats not something you usually see.
peucang island beach

The national park is located in Peucang Island, which has one of the most pristine beaches with amazing calm turquoise water. The island is a sanctuary for the critically endangered one-horned Javan rhino. There are only about 55 of them left on earth, so if you are lucky, you will spot them, but if not, it is still guaranteed that you will see other wildlife on Peucang island, such as wild boars and deers.

There is no cell reception on this island, and aren’t any local people’s houses either, only a few bungalows for tourists and travelers. Even though the island location is a little bit far from Jakarta, it is still a doable destination for your weekend. We suggest heading there on Friday night. And hey, sometimes great places are hard to reach!

It took me 8 hours by bus and 3 hours by boat to get to this destination, but the breathtaking beaches made it all worth it.

4. Pari Island

art instalation in Pari island
swing swing swing
those white sand beach will blind you! don’t forget sunglasses

One hour speedboat ride from Marina harbour in Jakarta and you will get this stunning view. Pari island is one of my favorite place to visit in Thousand Island (Kepulauan Seribu). It is easy to reach and has a long sandy beach. You could jog on the uncrowded beach in the morning, something that is an amazing contrast from Jakarta’s car free day jogging. My favorite way to enjoy the island, is by bike, which you can rent there.

5. Bogor Botanical Garden

the writer and her mother
rent a bike!

You can always take a 2-hour train to Bogor to relax and enjoy some picnic time with friends and families here. It can be a bit packed in the weekend due to its proximity from Jakarta, but the garden is huge, so there’s a nice spot for everybody in this 87 hectares area.

The garden is well-maintained because it is still an adjacent part of Bogor presidential palace. When you are strolling through this enormous garden that gives you clear air to fill your lungs, you will feel how lucky Bogor residents are.

We are lucky to work and live in Jakarta, with complete infrastructure, transportation systems, and enjoyable facilities. However, the means of travels are to experience something different than our day to day routine. A visit to nearby provinces can make you grateful for all the facilities we have in the city. Even though on the other hand, we sacrifice our adventurous side that loves spending time in nature.

So what do you think about these places? Are you interested in visiting any of these spots? You could contact me here to get more information or to arrange some private groups or individual tours to these destinations. I have all the contact of local tour operators that can help you enjoy these places!